Headlines News :
Home » » Makalah Pengembangan Logika pada PAUD

Makalah Pengembangan Logika pada PAUD

Written By Ahmad Multazam on Thursday, December 20, 2012 | 10:08 PM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

I.       Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Karena pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha manusiauntuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu untuk membudayakan manusia. Meskipun pendidikan merupakan suatu gejala yang umum dalam setiap kehidupan masyarakat,  namun perbedaan filsafat dan pandangan hidup yang dianut oleh masing-masing bangsa atau masyarakat dan bahkan individu
menyebabkan perbedaan penyelenggaraan kegiatan pendidikan tersebut.Dengan demikian selain bersifat universal pendidikan juga bersifat nasional. Sifat nasionalnya akan mewarnai  penyelenggaraan pendidikan itu.   Life  long  education, kalimat yang sering kita kenal sejak dulu sampai
Pendidikan dini  sangat berpengaruh besar terhadap kemampuan dasar dan sifat seseorang, proses pembelajaran pada anak usia dini hendaknya dilakukan bertujuan untuk memberikan konsep dasar tentang pendidikan yang pernting dalam kehidupanMatematika(logika)
Sangat memainkan peran yang penting dalam kurikulum kanak kanak dini,untuk mengembangkan kemampuan kognitif yang memungkinkan mereka berfikir dan bernalar tentang bilangan bilangan dan kuantitas.Pada usia dini yang sangat efektif untuk mengajarkan kegiatan kegiatan yang sesuai dengan perkembangan daya pikir mereka
II.    RUMUSAN MASALAH
A.Bagai Mana Konsep  dasar  pengembangan logika pada PAUD?
B. Bagai Mana Tujuan dan pengembangan logika pada PAUD?
C.Bagai Mana prinsip pengembangan logika pada PAUD?
D.Bagai Mana Pengembangan Daya pikir melalui matematika?
E. Bagai Mana Startegi dan Metodologi Pengembangan Daya Pikir, Materi Alat dan Media?
F. Bagai Mana Merencanakan Persiapan Melaksanaan Pembelajaran Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran di PAUD?
III. PEMBAHASAN
A.     Konsep  dasar ,tujuan dan prinsip pengembangan logika pada PAUD
Konsep dasar  dasar pengembangan logika pada PAUD, Permainan dan bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini, dan sebagai media sekaligus substansi pendidikan itu sendiri. Bermain adalah keinginan anak-anak secara alamiah. Karena, dunia anak adalah dunia bermain dan belajar dilakukan dengan atau sambil bermain yang melibatkan semua indra anak
Bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti, sedangkan pengembangan seni, agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan dapat menghargai hasil karya
Dalam kegiatan bermain, dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi, sosial, emosi, dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair, mendapatkan kesempatan untuk menggambar, melukis, dan keterampilan awal menulis. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur, ukuran, dan warna yang berbeda, dengan spidol dan krayon, papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. 


B.     Tujuan pengembangan logika pada PAUD
Sebelum mengetahui tujuan pengembangan logika pada paud kita harus tau tujuan dari pauditu sendiri
a. mampu gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan gerakan kasar.
b.  Memperoleh pengetahuan tentang pemeliharaan tubuh, kesehatan dan
kebugaran tubuh.
c.  Mampu berpikir secara kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan
menemukan hubungan sebab akibat.
d.  Mampu memanfaatkan indera penglihatan dan dapat memvisualisasikan
suatu obyek, termasuk mampu menciptakan imajinasi mental internal dan
gambar-gambar.
e.  Mampu mengembangkan konsep diri dan sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki.
Memberi kesempatan pada anak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik maupun psikologisnya dan mengembangkan potensi yang ada padanya secara optimal.
Memberi bimbingan yang seksama agar anak memiliki sifat dan kebiasaan yang baik, sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat.
Mencapai kematangan mental dan fisik yang dibutuhkan agar dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat.

C.    prinsip dan pengembangan logika pada PAUD
Secara khusus Hibana mengelompokkan  prinsip PAUD menjadi lima
kategori, antara lain:
a.  Anak adalah peserta didik aktif.
b.  Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain, dan bermain
sambil belajar.
c.  Memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif.
d.  Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri.
e.  Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah
Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia DiniPendidikan anak usia dini pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip (Forum PAUD, 2007) sebagai berikut.
Ø  Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak artikel ini disalin dari [1]mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, 
Ø  Belajar melalui bermain
Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.Menggunakan lingkungan  yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik  dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan artikel ini disalin dari yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.
tujuan kegiatan bermain untuk anak-anak PAUD adalah untuk mengembangkan seluruh aspek motorik, kognitif, bahasa,kreativitas,emosional dan juga logika mereka, dalam tarap pengembangan anak-anak akan lebih senang belajar sambil bermain dari pada langsung belajar.dan dalam melskukan permainan guru harus bisa mengutarakan apa manfaat permainan permainan yang akan mereka lakukan adapun tujuan bermain meliputi[2]
1.      menghindari pertentangan
2.      berbagi kesenpatan dan bergantian
3.      menuntut hak dengan cara bisa diterima mereka
4.      mengomunikasikan keinginan yang dapat dicapai dan seteusnya
       Menggunakan pembelajaran terpadu      
Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu dan bersifat kontekstual.Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah  jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.
Ø  Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar artikel  untuk menolong diri sendiri, dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri.Menggunakan berbagai media edukatif  dan sumber belajar  dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau yang sengaja disiapkan oleh pendidik
D.    Pengembangan daya pikir melalui matematika
Dasar dari pengembangan daya pikir melalui matamatik[3] adalah anak anak dibangun  keinginan untuk  menumbuhkan keinginan  dan rasa semangat  untuk menyukai ilmu matematika ,dari matematika (logika) adalah mereka belajar konsep dasar seperti berikut
A mengembangkan bahasa matematika
Pembicaraan dan percakapan informasi anak - anak tentang kegiatan - kegiatan  mereka bisa menuntut pada  perkembangan bahasa matematika  yang bisa di gunakan untuk menjelaskan  bahasa matematika ,disini mereka di dorong untuk belajar , ketika anak- anak  belajar sebutan untuk bentuk seperti lingkaran segi empat ,segi tiga  mereka dengan tidak sengaja sedang beinteraksi dan juga sedang menggunakan bahasa matematika,belajar kosa kata  dan menggambarkan pola  ukuran bentuk  benda –benda lain yang membantu mereka mengembangkan  bahasa matematika
Pembelajaran langsung tentang  kosa kata matematika[4] dianjurkan  untuk membantu anak-anak memahami  kata katatertentu ,karena biasanya anak anak  menggunakan kosa kata matematika secara spontan. Biasanya para pendidik akan menggunakan bahasa yang bisa di mengerti oleh usia mereka,seperti setengah roti,seperempat apel dan lainya
B kesempatan interatif untuk mengembangkan pengalaman matematika
Kesempatan untuk menghitung mengukur  menyelidiki  jika mereka mau  membangun  pengetahuan matematika.pengalaman lansung anak akan menggunakan bahan bahan  yang berkaitan dengan matematika mempunyai peran yang sangat penting ,dengan kecerdikan   mendorong anak-anak untuk berfikir dan berinteraksi   terhadap benda-benda  di lingkungan mereka
Memberi kesempatan langsung  untuk berkerja dengan bahan-bahan serba guna yang tidak mempunyai tujuan yang terlebih dahulu memberi kesempatan anak anak kesempatan untuk menyelusuri pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri dan menghasilkan berbagai jawaban jawaban berbeda
Interaksi dengan orang lain, anak anak membangun pengetahuan dengan berinteraksi dengan orang lain,lewat interaksi dengan teman sebaya  ide anak tentang benda-benda terbentuk  dengan ide orang lain,lewat ide tersebut bisa mempertanyakan pandangan-pandangan mereka sendiri berinteraksi dengan para guru juga dan umpan balik penting untuk mengembangkan berfikir tentang matematika,lewat pembelajaran inilah para anak anak bisa  mengerti konsep konsep matematika conto “lebih besar” lebih kecil”dan sebagainya  dengan memberi umpan balik para guru bisa mengoreksi konsep yang mungkin salah bisa di perbaiki dan di arahkan  tentang prinsip-prinsip matematika
C termotivasi terhadap matematika(logika)
Salah satu tujuan pendidikan paud adalah agar mereka bisa belajar untuk menyukai berfikir nalarmatamatika  gimana agar mereka belajar matematika secara menyenangkan ,menanamkan kecintaan terhadap matematika,bagai mana sifat ini d mulai dari para guru dulu,para guru harus menggunakan konsep matematika yang menyenangkan ,para guru harus memperkuat persepsi positif  para anak-anak tentang diri mereka  sendisi yang mau belajar mata matika secara terang-terangang mengatakan mereka bisa matematika karena mudah
Matematika akan membantu mereka  untuk kemampuan mereka,agar bisa menyajikan konsep matematika secara efektif dan efisien,mereka harus bisa mengerti anak-anak apa yang bisa di pelajari mereka dan memberikan motivasi kepada mereka secara continu.
E.     Startegi dan Metodologi pengembangan daya pikir, materi alat dan media
Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak paud adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain, karena dunia anak adalah dunia bermain. Permainan yang digunakan di paudmerupakan permainan yang didisain sedemikian rupa, sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran dipaud yang sangat tepat. 

Dalam implementasinya, guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di di paud menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. Apapun model pembelajaran yang digunakan di namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang, dengan memperhatikan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. kegiatan pembelajaran harus kreatif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif, serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar, dan menggunakan pendekatan tematik.

paud Sebagai contoh adalah sebuah sekolah di Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk
Ø  Metode “bermain sambil belajar”
Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi[5].  Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal, yang pada akhirnya dapat
Metode pembelajaran tersebut adalah: “Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi”.
Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir, berdaya cipta, berbahasa, berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik, tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.
    Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir, berdaya cipta, berbahasa, berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik, tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.
Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas, menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain, tetapi lebih bersifat akademik. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran, dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman, sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan, anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan
Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak, dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. Kini, model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. Pembelajaran yang menggunakan area, dengan tersedianya banyak area, misalnya area seni, area balok, area memasak, area bermain peran, area baca-tulis, area matematika, area gerak dan musik, area pasir dan air, area IPA, dan area agama, kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra, proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam, tetapi juga didukung untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain, penataan sebelum bermain, penataan selama bermain, dan penataan setelah bermain, yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. 
Dengan pengelolaan sarana bermain, kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan, membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. Selain itu, pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya, membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab, dapat membangkitkan imajinasi, serta mengembangkan kreativitas anak.
Ø  alat dan media pembelajaran
Dalam membahas alat dan media pembelajaran pasti akan dibicarkan
              1)ruang dan tempat bagi bermain anak –anak
             2)bahan dan peralatan  bermain bagi perkembangan dimensi perkembangan logika
Dalam penyediaan ruang dan tempak bermain perlu diperhatikan  kegiatan pemainanya yang dapat membantu perkembangan dimensi logikanya secara seimbang dan berkenlanjutan anak-anak memerlukan ruangan ruang dan tempat untuk kegisatan kegiatan mereka.pemilihan ruang bisa di dalam ruangan atau pun diluar Ruangan sesuai dengan Perkembangan mereka dan permainan ,banyaknya ruangan untuk kegiatan permainan yang mendukung perkembangan logika mereka dan disediakan untuk melakukan program kegiatan belajar anak  serta akan mendorong untuk  melakukan kegiatan kegiatan untuk menggunakan alat alat permainan
Bahan dan peralatan  bermain bagi perkembangan dimensi perkembangan logika,anak pada usia Paud cenderung lebih aktif ,olah karena itu  berbagai alat  bermain diperlukan  bagi perkembangan cara pikir mereka terhadap ilmu logika(matematika) sebaiknya sekolah memiliki tempat dan ruangan khusus bermain.Peralatan yang di perlukan adalah alat alat yang mampu membuat mereka termotivasi  untuk belajar matematika
cara memilih dan merawat  peralatan bermain anak anak, memilih bahan untuk kegiatan bermain yang menggunakan perhatian semua anak lainya, yaitu bahan- bahan  yang dapat memuaskan  kebutuhan, menarik minat, dan menyentuh perasaan mereka.Memilih  bahan yang multi guna yang dapat memenuhi  bermacam macam tujuan pengembangan seluruh aspek perkembangan merek.Memilih bahan yang dapat diperluas  kesempatan anak untuk menggunakan  dengan berbagai macam cara ,kegiatan bermain anak-anak merupakan bagian pengembangan anak-anakcontoh kegiatan mereka membersihkan ruangan dengan cara mereka yang lama dan terus mereka bermain merupakan kegiatan kegiatan mereka yang sangat berperan dalam pengembangan mereka dalam belajar pengembangan kecerdasan mereka.
F.     bagaimana Merencanakan Persiapan Melaksanaan Pembelajaran Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran Matamatika di PAUD?
Perencaan pembelajaran lazimnya dilakukan pada awal pembelajaran matamatika dan di ulangi pada hari itu berdasarkan pada kelompok kerja itu sendiri  dan di lakukan secara individu-individu, contohnya seorang guru bisa menggunakan lima belas menit awal untuk menentukan kelompok dalam kegiatan sehari,dalam tempo waktu itu guru dan anak-anak akan menentukan apa yang akan dilakukan anak-anak dalam satu hari itu.Guru akan membuat rencana-rencana pembelajaran matamatika bersama anak-anak.
jika dilakukan program pembelajaran matamatika secara bersama-sama dengan anak-anak,disini guru akan membuat anak anak ikut seta dalam perencanaan pembelajara dalam pengembangan  kemampuan matamatika pada anak-anakpelaksaan pembelajaran anak-anak akan melakukan diskusi diskusi dalam klompok dalam mengembangkan matematika
Dalam merencanakan pembelajaran masa persiapan.Pembelajaran persiapan situasi pengajaran secara umum ,guru harus memiliki pengetahuan situasi umum yang akan dihadapi,misalnya saja,tempat,situasi dan lain lan.persiapan terhadap murid-murid dalam mempersiapkan pembelajaran guru jauga harus mempersiapkan murid-murid,guru harus memiliki gambaran murid-muridya
Melaksanaan Pembelajaran,setelah mempersiapkan segala sesuatu temtang persiapan maka langkah selanjutnya adalah pelaksaan pembelajaran dan melaksanakan rencana pembelajaran.Jalan pengajaran,yakni langkah-langkah yang harus dilalui,meliputi tujuan metode,situasi dn kemampuan siswa dalam pelaksaan pembelajaran ada beberapa fase
Fase pertama adalah pendahuluan[6] ,adalah tindakan-tindakan yang dilakukan pada awal pembelajaran.Fase kedua adalah proses pembelajaranya secara aktual,dalam fase ini guru harus memperhatikan proses pembelajaran dan pengaruh-pengaruh yang dapat mempengaruhi pembelajaran
IV.KESIMPULAN
      Konsep dasar  dasar pengembangan logika pada PAUD, Permainan dan bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini, dan sebagai media sekaligus substansi pendidikan itu sendiri
a. mampu gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan gerakan kasar.
b.  Memperoleh pengetahuan tentang pemeliharaan tubuh, kesehatan dan
kebugaran tubuh.
c.  Mampu berpikir secara kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan
menemukan hubungan sebab akibat.
d.  Mampu memanfaatkan indera penglihatan dan dapat memvisualisasikan
suatu obyek, termasuk mampu menciptakan imajinasi mental internal dan
gambar-gambar.
                               Pengembangan daya pikir melalui matematika
Dasar dari pengembangan daya pikir melalui matamatik[7] adalah anak anak dibangun  keinginan untuk  menumbuhkan keinginan  dan rasa semangat  untuk menyukai ilmu matematika ,dari matematika (logika) adalah mereka belajar konsep dasar seperti berikut
                               mengembangkan bahasa matematika
Pembicaraan dan percakapan informasi anak - anak tentang kegiatan - kegiatan  mereka bisa menuntut pada  perkembangan bahasa matematika  yang bisa di gunakan untuk menjelaskan  bahasa matematika
kesempatan interatif untuk mengembangkan pengalaman matematika
Kesempatan untuk menghitung mengukur  menyelidiki  jika mereka mau  membangun  pengetahuan matematika
termotivasi terhadap matematika(logika)
Salah satu tujuan pendidikan paud adalah agar mereka bisa belajar untuk menyukai berfikir nalarmatamatika  gimana agar mereka belajar matematika secara menyenangkan ,menanamkan kecintaan terhadap matematika
Metode “bermain sambil belajar”
Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi.  Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal, yang pada akhirnya dapat
Metode pembelajaran tersebut adalah: “Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi”.
Ø  alat dan media pembelajaran
Dalam membahas alat dan media pembelajaran pasti akan dibicarkan
Bahan dan peralatan  bermain bagi perkembangan dimensi perkembangan logika,anak pada usia Paud cenderung lebih aktif ,olah karena itu  berbagai alat  bermain diperlukan  bagi perkembangan cara pikir mereka terhadap ilmu logika(matematika) sebaiknya sekolah memiliki tempat dan ruangan khusus bermain.Peralatan yang di perlukan adalah alat alat yang mampu membuat mereka termotivasi  untuk belajar matematika
cara memilih dan merawat  peralatan bermain anak anak, memilih bahan untuk kegiatan bermain yang menggunakan perhatian semua anak lainya, yaitu bahan- bahan  yang dapat memuaskan  kebutuhan, menarik minat, dan menyentuh perasaan mereka
program pembelajaran matamatika secara bersama-sama dengan anak-anak,disini guru akan membuat anak anak ikut seta dalam perencanaan pembelajara dalam pengembangan  kemampuan matamatika pada anak-anakpelaksaan pembelajaran anak-anak akan melakukan diskusi diskusi dalam klompok dalam mengembangkan matematika

V.PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga apa yang kami  sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya, maupun bagi teman-teman sekalian. Kami menyadari bahwa didalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan, baik dalam penulisan maupun dalam penyampaiannya. Untuk itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga dapat bermanfaat, Amin







DAFTAR PUSTAK
·         Diane Ronis,pengajaran  matematika sesuai cara kerja otak,jakarta,indeks.
·         Carol Seefeldt dan Barbara A Wasik,pendidikan anak usia dini menyiapkan anak usia tiga,empat dan lima tahun masuk sekolah.jakarta.indeks.
·         Moeslichatoen,Metode Pengajaran di Taman kanak-kanak,Jakarta,Rineka
Cipta,1998
·         Imam Chourmain,pendekatan pendekatan alternatif pendidikan usia dini(paud)renika cipta
·         website http://blog.tp.ac.id yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id
·         winarno surakhmad,pengantar interaksi mengajar belajar, ,bandung, tarsito 1989,


[1] website http://blog.tp.ac.id yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id
[2] Moeslichatoen,Metode Pengajaran di Taman kanak-kanak,Jakarta,Rineka Cipta,1998 hal63
[3] Diane Ronis,pengajaran  matematika sesuai cara kerja otak,jakarta,indeks.2009 hal 6
[4] Carol Seefeldt dan Barbara A Wasik,pendidikan anak usia dini menyiapkan anak usia tiga,empat dan lima tahun masuk sekolah.jakarta.indeks. 2008.hal 386-387
[5] Imam Chourmain,pendekatan pendekatan alternatif pendidikan usia dini(paud)renika cipta2011,hal 37
[6] winarno surakhmad,pengantar interaksi mengajar belajar, ,bandung, tarsito 1989,hal123
[7] Diane Ronis,pengajaran  matematika sesuai cara kerja otak,jakarta,indeks.2009 hal 6
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Aku adalah aku...aku akan tetap menjadi diriku sendiri
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template