Headlines News :
Home » » MAKALAH TEKNIK PENULISAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH

MAKALAH TEKNIK PENULISAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH

Written By Ahmad Multazam on Tuesday, March 19, 2013 | 10:57 AM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

I.       PENDAHULUAN
Akademisi seperti mahasiswa, guru, dosen, maupun ilmuwan dituntut untuk akrab dengan dunia tulis-menulis. Sebab, setiap hasil pemikiran dan hasil penelitian diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Hal itu bertujuan agar masyarakat luas bisa merasakan buah pikiran penulis.
Kita juga tentu sudah mengenal artikel. Pada dasarnya kita semua bisa menulis artikel. Hal itu karena teknik penulisan artikel pada umumnya tidaklah sukar. Cukup bermodalkan kemampuan mengkonversi gagasan ke tulisan sesuai latar belakang, keahlian dan keilmuan, maka seseorang sudah bisa memperoleh kredibilitas dalam menulis artikel.   
Di perguruan tinggi, kita tentu sudah mengenal jurnal. Artikel ilmiah di dalamnya bukanlah sejenis artikel yang biasa kita buat. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah biasanya disusun dari laporan penelitian, laporan percobaan, laporan penemuan atau laporan perenungan akademik seorang peneliti. Bahasa yang digunakan dalam artikel ilmiah tentu harus ilmiah, tak sama dengan bahasa dalam artikel umum. Dan artikel ilmiah yang hendak dimuat dalam jurnal terakreditasi harus benar-benar kita pahami sebagai tulisan khusus.
Kriteria tulisan untuk artikel ilmiah ialah yang memiliki orisinalitas, menarik, dan up to date. Maksudnya, artikel ilmiah tersebut haruslah menarik minat pembaca, tema atau topik pembicaraan belum pernah dibuat atau dipublikasikan sebelumnya, dan fenomena yang diangkat pun harus yang terbaru. Dalam menulis artikel jurnal ilmiah, kita juga harus memperhatikan sistematika penyusunannya yang tepat. Maka dari itu, kami akan membahas tentang “Teknik Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah” dalam makalah sederhana ini untuk membantu Anda dalam menyusun artikel jurnal ilmiah.

II.       RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian artikel jurnal ilmiah?
B.     Apa tujuan penulisan artikel jurnal ilmiah?
C.     Bagaimana ruang lingkup artikel jurnal ilmiah?
D.    Bagaimana langkah penyusunan artikel jurnal ilmiah?
E.     Tunjukkan contoh artikel jurnal ilmiah.

III.       PEMBAHASAN
A.    Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah
  Artikel jurnal ilmiah termasuk  tulisan ilmiah populer. Disebut tulisan ilmiah populer karena tema yang dibahas adalah masalah aktual dan disajikan dalam bahasa yang mudah dicerna oleh pembaca. Tulisan ilmiah populer yang umumnya dimuat di surat kabar dan majalah adalah ulasan atau kajian terhadap suatu persoalan yang sedang hangat dibicarakan. Dalam bidang pendidikan misalnya persoalan-persoalan yang berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan, relevansi pendidikan, pemerataan pendidikan, wajib belajar, kurikulum, undang-undang sistem pendidikan nasional, dan disipilin serta suasana belajar.
Tulisan ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah dan jurnal penelitian bisa dibuat lebih lengkap daripada yang dimuat dalam surat kabar dan majalah umum. Hal itu karena para pembacanya adalah masyarakat tertentu yang berkepentingan dengan tulisan tersebut, seperti ilmuwan, peneliti, penentu kebijakan, dan para cendekiawan. Makalah ilmiah yang lengkap dan hasil penelitian yang telah dirangkum dapat dimuat langsung dalam majalah ilmiah dan jurnal penelitian[1].
         Jurnal diartikan sebagai sarana komunikasi untuk melaporkan sebuah peristiwa atau gagasan kepada publik secara berkala, biasanya dalam bentuk makalah[2]. Adapula yang mengatakan bahwa jurnal ialah salah satu bentuk media massa cetak yang khusus memuat artikel ilmiah suatu bidang ilmu[3]. Jurnal biasanya diterbitkan untuk kalangan akademik dan berkala (mingguan, bulanan, triwulanan, tahunan atau tidak teratur untuk rentang waktu tak terbatas). Berbeda dengan majalah umum, jurnal dikelola secara khas dalam manajemen keredaksiannya[4]. Contoh jurnal yaitu jurnal kesehatan, jurnal pertanian, jurnal ekonomi, jurnal politik, jurnal psikologi, jurnal teknik, jurnal filsafat, dan seterusnya.
           Di IAIN Walisongo Semarang sendiri beredar jurnal seperti Wahana Akademika, Jurnal Nadwa, dan lain-lain. Jurnal yang ada memuat artikel-artikel ilmiah karya dosen tentang gagasan-gagasan mereka seputar pendidikan atau hasil penelitian, dan sebagainya.
           Sedangkan artikel merupakan karya tulis yang bersifat pandangan (views) dari penulisnya[5]. Ada beberapa definisi mengenai artikel.
1.   Artikel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefiniskan sebagai, “Karya tulis lengkap di media massa seperti surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya”.
2.   Menurut Haris Sumadiria, artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan memberitahu (informatif) dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif)[6].
3.Artikel yaitu tulisan di media massa cetak yang ciri-ciri utamanya “enak dibaca”.
Artikel jurnal ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian lapangan, hasil pemikiran dan kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek[7]
Berdasarkan beberapa uraian di atas,  dapat disimpulkan bahwa definisi artikel jurnal ilmiah ialah tulisan atau karya tulis yang merupakan hasil pemikiran atau hasil penelitian yang berisi informasi faktual dan menarik pembaca yang dimuat dalam media massa cetak khusus (jurnal).
Artikel memiliki ciri-ciri antara lain[8]:
ü   Artikel ditulis berdasarkan pandangan dari penulis (views). Misal, tema artikel sama, tetapi point of view berbeda. Hal itu karena penulis memiliki pemahaman, pengetahuan, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda sehingga artikel yang dibuat oleh  penulis yang satu dengan yang lain tak akan sama.
ü   Artikel merupakan karya intelektual, berarti penulis maupun pembaca dalam memahami artikel harus dengan pemikiran.
ü   Artikel berisi ungkapan masalah dan memberikan problem solving.
ü   Isinya singkat, padat, dan tuntas. Artinya, penulisan artikel tak bertele-tele, dan ada solusi permasalahan.
ü   Artikel harus merupakan gagasan baru.
ü   Bahasanya sederhana, jelas, hidup, menarik, segar, populer, dan komunikatif. Artinya, menulis artikel untuk media massa baik surat kabar, majalah maupun tabloid, harus menggunakan bahasa jurnalistik yang sederhana, jelas, hidup, menarik, populer dan komunikatif.
ü   Artikel merupakan buah pikiran yang orisinil alias asli, bukan jiplakan.
ü   Menyangkut kepentingan publik seperti pendidikan, ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan sebagainya.
ü   Nama penulis harus dicantumkan, karena artikel adalah karya individual. Penulisan nama pada artikel opini ditulis dicantumkan di bawah judul. Sedangkan non-opini dicantumkan dengan cara disimpan di akhir tulisan artikel tersebut.

B. Tujuan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
                 Penulisan artikel, biasanya bertujuan untuk menawarkan pemecahan masalah, mendidik, menghibur dan memengaruhi pembaca[9]. Tujuan utama penulisan artikel jurnal ilmiah adalah untuk menciptakan kompetensi menulis di kalangan pendidik. Sebab, mental para dosen kita enggan menulis dan melakukan penelitian, walaupun perguruan tingginya sudah menyiapkan dana[10].
               Dalam konteks dunia pendidikan, membuat artikel ilmiah atau karya tulis ilmiah merupakan salah satu subunsur pengembangan profesi yang mempunyai nilai kredit besar dan menentukan kenaikan jabatan fungsional pendidik. Jadi, tujuan penulisan artikel ilmiah selain untuk menawarkan pemecahan masalah atau memaparkan hasil penelitian, berguna pula untuk memperoleh angka kredit sebagai syarat naik jabatan.
               Karya tulis ilmiah dan unsur lain dari pengembangan profesi lebih bersifat akademis atau mengandung nilai keilmuan dibandingkan dengan kegiatan lainnya, disamping menuntut kreativitas yang cukup tinggi[11].

C.    Ruang Lingkup Artikel Jurnal Ilmiah
1.   Gaya Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel ilmiah memumpun pada gaya penulisan keilmuan. Bahasa yang digunakan untuk penulisan artikel ilmiah memiliki aturan sendiri. Dalam menulis artikel ilmiah kita harus menguasai secara aktif kaidah penyusunan kalimat yang dalam kaitan ini kita merujuk pada:
ü Kelengkapan unsur kalimat, terdiri dari subjek, predikat, dan objek.
ü Pararelisme, artinya kalimat itu harus selaras.
ü Menghindari ambiguitas, karena akan membingungkan pembaca.
ü Menghindari bahasa kiasan
ü Menghindari kalimat yang terlalu kompleks, agar kalimat bermakna lugas.
ü Menghindari kalimat penunjuk diri.
ü Menyusun paragraf yang memiliki kepaduan (kohesi) yaitu seluruh kalimat dalam alinea hanya membicarakan satu pokok pikiran atau satu masalah. Selain itu alinea juga harus memiliki kepaduan (koheren) yaitu aliran kalimat satu dan lainnya berjalan lancar, gunakan kata ganti, kata sambung, dan frase penghubung[12].
ü Dalam penulisan artikel ilmiah, masalah ejaan harus diperhatikan sungguh-sungguh.
Dari ciri-ciri yang diutarakan di atas, maka kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa penulisan artikel jurnal ilmiah itu tak boleh sembarangan, karena ada aturan yang harus dipatuhi kaidahnya.

2.    Komponen Artikel Jurnal Ilmiah
Komponen utamanya adalah judul, nama penulis, abstrak, bodi, simpulan, dan daftar pustaka. Tidak ada patokan dalam cara penyajian artikel ilmiah. Kita harus menyesuaikan diri dengan gaya selingkung[13] jurnal yang hendak dituju.  Misalnya, gaya penulisan untuk jurnal filsafat berbeda dengan gaya penulisan jurnal teknik[14]. Dengan demikian, menyesuaikan diri dengan pedoman penulisan suatu jurnal berarti kita sedang melakukan strategi pembingkaian. Strategi tersebut digunakan untuk mengkonstruksi suatu fakta, realitas, atau peristiwa yang berdasarkan ideologi, persepsi, abstraksi, dan kategorisasinya. Strategi pembingkaian itu dilakukan penulis artikel ilmiah untuk bisa menembus jurnal terakreditasi.
Penulis artikel ilmiah menekankan pada tiga titik fokus untuk menonjolkan fakta atau objek penelitiannya, yaitu pertama, perumusan masalah harus memberikan fokus pada objek material penelitian berdasarkan jenis-jenis pertanyaan ilmiah yang menjadi pilihan si penulis artikel ilmiah. Kedua,  mengevaluasi nilai-nilai moral atau penilaian atas perumusan masalah. Ketiga, penggarisbawahan solusi dengan tujuan mengatasi masalah. Dalam struktur artikel ilmiah, ketiga titik pembingkai ini dapat dimunculkan melalui komponen-komponen artikel ilmiah sebagai berikut.
a.    Judul
Melalui judul, pembaca dapat mengetahui secara cepat ruang lingkup, kajian, objek formal, objek material, dan bahkan masalah yang diangkat dalam penulisan. Oleh karena itu, judul harus dibatasi dengan ruang lingkup objek penelitiannya. Judul tulisan harus menarik atau menggugah pembaca dan jangan terlalu panjang[15]. Artikel ilmiah yang objek materialnya etika, sebagai contoh, dapat membatasi judulnya dengan “etika Jawa” misalnya, sehingga pembaca dapat fokus bahwa artikel itu membahas masalah etika Jawa.
      Judul bisa ditulis setelah artikel selesai ditulis. Bahasa yang digunakan untuk penulisan judul juga harus provokatif dan menarik minat baca.

b.   Nama Penulis
Di dalam artikel ilmiah, untuk menghindari senioritas dan wibawa penulisnya, maka pencantuman nama penulis artikel ilmiah hendaknya tanpa disertai gelar akademik. Nama penulis artikel ilmiah hanya disertai lembaga tempatnya bekerja, yang tujuan utamnya adalah keperluan korespondensi. Jika penulis berjumlah lebih dari seorang, maka cantumkanlah semua nama lengkapnya. Di bawah nama lembaga dapat pula dicantumkan e-mail lembaga tersebut.
Nama penulis artikel ilmiah dan lembaganya boleh dicantumkan di bawah judul artikel atau nama lembaganya juga bisa dicantumkan sebagai catatan kaki, tergantung pada pedoman penulisan jurnalnya. Bahkan, tidak ada larangan mencantumkan data pribadi singkat penulis pada bagian akhir artikel, asalkan tak menyebutkan hal-hal yang kurang perlu sehubungan dengan penulisan artikel ilmiah, misalnya menyebutkan bahwa si penulis adalah funsionaris partai politik, anggota DPR, atau pengusaha minyak[16].

c.    Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak merupakan intisari isi artikel yang menginformasikan latar belakang, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Abstrak berbeda dengan “abstraksi”, walaupun terkadang orang masih banyak yang menggunakan istilah “abstraksi”. Makna “abstraksi” ialah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal.
Abstrak dalam artikel ilmiah harusnya disertai dengan kata-kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili konse-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel ilmiah. Abstrak yang disusun dalam 250 kata dalam satu paragraph hendaknya ditulis dalam bahasa Inggris., karena ditujukan untuk lembaga abstrak. Lembaga inilah yang diharapkan bertugas menyebarluaskan abstrak kita melalui internet[17].

d.   Bodi
Tubuh artikel ilmiah tersusun dari:
-       Pendahuluan.
Tidak sama dengan tinjauan pustaka dan tidak sama dengan manfaat penelitian. Bagian ini menguraikan permasalahan sehubungan dengan penelitian dan sekaligus menyajikan parameter yang digunakan. Pendahuluan boleh saja menonjolkan aspek controversial agar menarik. Pendahuluan pada dasarnya merupakan argumentasi kita tentang suatu masalah yang “harus” diselesaikan. Oleh karena itu, pendahuluan selain bisa berupa kritik, bisa pula merupakan penjabaran lebih lanjut dari judul artikel ilmiah yang kita tulis.
-   Materi Inti
Bagian ini biasanya diberi judul sendiri dan isinya bervariasi, namun pada umumnya berisi tentang kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, pendirian, atau sikap penulis terhadap masalah yang dibicarakan. Banyaknya sub bagian tidak ditentukan, tergantung kebutuhan penulis, asalkan dilakukan menurut sistematika yang runtut dan logis.
-   Metode
Metode adalah petunjuk praktis suatu penelitian dilakukan. Pemaparan metode hendaknya ditulis dalam bentuk uraian.
-   Hasil Penelitian
Hasil penelitian adalah uraian argumentatif berdasarkan teori –teori yang digunakan dalam rangka pengujian hipotesis, asumsi, atau pengkajian diterakan dalam perumusan masalah. Hasil penelitian disajikan di dalam bagian materi inti.
-   Pembahasan Hasil Penelitian
Disajikan dalam bagian materi inti. Bagian ini penulis mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh, lalu diinterpretasikan dengan struktur pengetahuan yang mapan, sehingga dapat dimunculkan teori atau paradigm baru.
-   Penutup, Simpulan, Saran
Artikel ilmiah diakhiri dengan bagian penutup yang berupa simpulan. Ciri-ciri simpulan adalah abstraksi, implikasi, pernyataan umum, deduksi, dan interpretasi. Simpulan harus berisi jawaban atas hipotesis berdasarkan fakta, dirumuskan secara singkat, dan dinyatakan dengan tegas (tanpa membubuhi kata “mungkin”, “kiranya”, atau “tampaknya”). Selain itu, artikel ilmiah juga bisa mengajukan saran, asalkan bertautan dengan penelitian, logis dan shahih, dan ditujukan kepada orang, lembaga atau pihak yang berwenang[18].
-   Daftar Pustaka
Daftar referensi yang ditulis harus yang benar-benar menjadi bahan dalam artikel ilmiah. Penulisan buku, artikel jurnal, artikel jurnal dari internet, artikel surat kabar dari internet, dan artikel surat kabar tanpa nama penulis, langsung disusun berdasarkan abjad. Penyusunannya dilakukan dengan spasi rapat.  
     
3.    Materi dan Ciri-Ciri Umum Artikel Jurnal Ilmiah
Materi jurnal dapat berbentuk editorial, artikel asli, catatan pendek tentang penelitian atau metode, ulasan (tinjauan pustaka atau riset), tanggapan atau sanggahan, surat menyurat, laporan temu ilmiah, timbangan buku, iklan, pedoman penulisan artikel, dan sinopsis makalah seminar.
Sedangkan ciri-ciri artikel ilmiah untuk jurnal itu sendiri yaitu menggunakan sumber utama sebagai acuan, mengandung informasi baru, penulisnya mudah dihubungi melalui cara-cara normal (membubuhkan nomor telepon atau e-mail di bawah nama penulis), pemuatannya direkomendasikan oleh mitra bestari (peer group)[19] dan mematuhi pedoman penulisan (pedoman selingkung).

4.    Etika Kepenulisan
Etika kepenulisan merujuk pada “menjadi penulis artikel ilmiah yang baik”. Seorang penulis akan terus berusaha menulis, meskipun menulis sudah menjadi bakat sejak kecil. Bagi seorang penulis artikel ilmiah, ia akan berlatih mempelajari teknik menyusun abstrak, teknik membangun alinea, teknik menulis tabel, atau teknik mengawali tulisan dari pelbagai jurnal terakreditasi. Jadi, makin sering kita belatih, makin terampil kita menulis, makin enak tulisan kita dibaca.
Selain itu, penulis artikel ilmiah juga dituntut untuk jujur dan bisa bertanggung jawab terhadap pendapat yang dikemukakannya, apakah pendapat itu mengutip dari pendapat orang lain atau murni pendapatnya sendiri. Dan tanggung jawab terbesar bagi seorang penulis artikel ilmiah untuk jurnal terakreditasi adalah perwujudan nyata kepada masyarakat. Melalui artikel ilmiahnya, penulis bertanggung jawab secara etis kepada masyarakat dalam hal kemajuan bangsa.

D.       Langkah Penyusunan Artikel Jurnal Ilmiah
1. Syarat Penulisan Artikel
                                                          i.           Teknikal, artinya seorang penulis artikel harus mampu mengoperasikan peralatan kerja. Seperti menggunakan mesin ketik, komputer, laptop, dan dapat mengirimkan lewat e-mail.
                                                        ii.           Mental, artinya bahwa ketika kita menulis artikel, kita harus memiliki mental yang kuat, jiwa yang tegar, tekad yang bulat, kemauan yang kuat, tak bosan untuk terus belajar dengan sikap pantang menyerah.
                                                      iii.           Senang membaca (Reading habit), artinya bahwa untuk menjadi penulis yang baik, kita harus menjadi pembaca yang baik pula.
                                                      iv.           Intelektual, artinya bahwa seorang penulis artikel harus memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, cermat, bervisi akademis, sistematis serta analitis, dengan didukung oleh referensi yang relevan, aktual dan representatif.
                                                        v.           Sosiokultur, artinya bahwa seorang penulis penting melakukan kontak sosial dan mampu beradaptasi terhadap lingkungan sosialnya, baik melalui komunikasi langsung maupun komunikasi tidak langsung, sehingga mampu beradaptasi, supel dalam bergaul dan senantiasa memiliki respek sosial yang kuat dalam upaya menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan[20].
2. Anatomi Artikel
                                                          i.           Judul (head) adalah identitas terpenting dari artikel. Ibarat orang, judul adalah  kepala.
                                                        ii.           Penulis (by name) adalah nama kita sebagai penulis artikel.
                                                      iii.           Pendahuluan (intro) merupakan kalimat pembuka pada awal penulisan artikel.
                                                      iv.           Isi (contents) merupakan uraian isi pesan yang kita sampaikan kepada pembaca.
                                                        v.           Penutup (closing) adalah kalimat pada bagian akhir sebagai penutu dari tulisan artikel[21].
3. Teknik menulis artikel
Teknik menulis artikel ini pada dasarnya sama dengan menulis berita, yang mengandung konsep 5W+1H. Tetapi karena artikel bersifat pandang (views), unsur-unsur yang terkandung pun merupakan pandangan dari penulisannya[22].
i. Teknik menulis judul
Teknik membuat judul untuk artikel pada dasarnya sama dengan membuat judul untuk berita. Jika penulis berhasil membuat judul yang menarik, tentu suatu prestasi tersendiri. Namun jika isinya baik tetapi judulnya kurang berhasil, biasanya judul yang dibuat bisa diubah oleh redaktur pelaksana media massa yang bersangkutan. Teknik untuk membuat judul yang baik, yaitu : provokatif, singkat, padat relevan, fungsional, representatif, dan merujuk pada bahasa yang baku[23].
ii. Teknik menulis intro
Intro merupakan paragraf pertama dalam menulis artikel. Dalam menulis intro yang terpenting adalah ditulis dengan kalimat semenarik mungkin, sehingga membangkitkan minat baca pembaca. Cara mudah untuk membuat intro adalah dengan memperhatikan tiga paragraf pertama, yaitu kalimat yang ringkas, jelas, resmi, sederhana, dan menarik.
Ø  Intro yang baik
Atraktif, artinya bahwa intro yang ditulis dapat membangkitkan perhatian dan minat khalayak.
Introduktif, artinya bahwa intro pada artikel yang kita tulis dapat mengantarkan pembaca pada pokok persoalan yang kita sampaikan. Dengan kata lain intro harus memuat kalimat topik berupa pernyataan tentang isi pokok bahasan yang telah dibatasi ruang lingkupnya secara sepesifik.
Korelatif, artinya bahwa kalimat dan paragraf pertama yang kita tulis, dapat membuka jalan bagi kalimat berikutnya.
Kredibilitas, artinya bahwa bobot kualitas penulis atau kredibilitas penulis tampak pada penulisan intro yang dibuatnya.
Ø  Cara membuat Intro
ü  Langsung menyebutkan pokok persoalan.
ü  Mendeskripsikan latar belakang permasalahan yang terjadi.
ü  Menghubungkan dengan kejadian yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat luas.
ü  Menghubungkan dengan suatu peristiwa yang sedang diperingati.
ü  Menghubungkan dengan tempat penulis ketika melakukan aktifitasnya.
ü  Menghubungkan dengan suasana emosi yang pernah melingkupi khalayak.
ü  Menghubungkan dengan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di masa lalu.
ü  Menghubungkan dengan kepentingan vital strategis khalayak.
ü  Memberikan pujian kepada khalayak atas prestasi yang pernah dicapainya.
ü  Memulai dengan pernyataan yang dapat mengejutkan.
ü  Dengan mengajukan pertanyaan provokatif atau renteten pertanyaan.
ü  Menyatakan kutipan.
ü  Menceritakan pengalaman pribadi.
ü  Mengisahkan kisah faktual.
ü  Menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya.
ü  Dengan anekdot atau humor[24].
iii. Teknik menuliskan isi
Isi adalah uraian isi pesan yang kita sampaikan kepada pembaca. Isi materi artikel secara keseluruhan adalah menjelaskan ke sidang pembaca tentang latar belakang serta problematika tulisan yang ingin kita sampaikan ke sidang pembaca. Teknis penuisan artikel junal ilmiah sendiri, yaitu antaran10-20 halaman kuarto berspasi ganda.
Tiga prinsip dasar atas komposisi yang perlu kita perhatian dalam menulis artikel, yaitu:
Ø  Kesatuan (unity), mencakup sifat, isi, dan tujuan. Artinya masalah yang dikupas tidak keluar dari kesatuan yang dibahas.
Ø  Persatuan (coherence), menunjukan adanya pesan yang kita uraikan mengalir dari kalimat satu ke kalimat yang lain.
Ø  Titik berat (emphasis), memberikan tekanan pada bagian yang penting. Ini dimaksudkan agar bahasanya fokus, sehingga pembaca dapat menemukan simpulan[25].
iv. Teknik menulis penutup
Penutup atau closing memiliki fungsi sebagai pengembang bahasan untuk menyatakan uraianserta kesan mendalam kepada pembaca, yaitu sebagai berikut:
Ø  Menegaskan kembali topik atau pokok bahasan dalam kalimat yang berbeda secara ringkas dan tegas dengan tujuan meyakinkan pembaca.
Ø  Mengakhiri dengan klimaks, langsung menegaskan kesimpulan yang cukup menyengat dan dapat dijadikan bahan renungan pembaca.
Ø  Persuasif, yaitu dengan mengajak khalayak untuk melakukan sesuatu tindakan tertentu yang dianggap penting, relevan dan mendesak.
Ø  Mengakhiri dengan kutipan[26].


[1] Nana Sudjana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal. 55
[2] Asep Syamsul M.Romli, Kamus Jurnalistik, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2008, hal.12
[3]Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2008, hal. vii
[4]Ibid, hal. 15
[5] Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008, hal. 139
[6]Ibid, hal. 140
[7] Bahdin Nur Tanjung dan Ardial, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Tesis) dan Mempersiapkan Diri menjadi Penulis Artikel Ilmiah, (Jakarta : Kencana, 2009), hlm. 7
[8]Ibid, hal. 141-144
[9] Ibid, hal. 141
[10] Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara,  2008,  hal.6
[11] Nana Sudjana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal. 6
[12] Wahyu Wibowo, opchit, hal. 70
[13] Gaya khas suatu jurnal yang sifatnya konsisten dan tetap
[14] Wahyu Wibowo, opchit, hal. 89
[15] Nana Sudjana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal. 56
[16] Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara,  2008,  hal. 104
[17] Ibid, hal. 107
[18] Ibid, hal. 113
[19] Orang yang memiliki ijazah doctor, memiliki surat keputusan sebagai guru besar, biasanya menjabat sebagai rektor atau dekan
[20] Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008, hlm. 144-146.
                [21] Ibid, hal. 147-148.           
[22] Ibid, hal. I48.
[23] Ibid, hal. 148-149.
[24] Ibid, hal. 149-154.
[25] Ibid, hal.155-157.
[26] Ibid, hal.163.
Share this article :

2 comments:

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Knowledge is being aware of what you can do. Wisdom is knowing when not to do it.
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template