Headlines News :
Home » » MAKALAH MANAJEMEN PEMBIAYAAN

MAKALAH MANAJEMEN PEMBIAYAAN

Written By Ahmad Multazam on Saturday, January 19, 2013 | 2:02 PM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



ACCOUNTING

I     PENDAHULUAN
            Perkembangan praktek Akuntansi di Indonesia beberapa tahun ini sangat pesat, khususnya dalam dua bisnis. Akuntansi (Accounting) tidak hanya digunakan dalam praktek bisnis, tetapi juga diberhargai bidang kehidupan, pencatatan, penjurnalan, perhitungan anggaran dan biaya juga termasuk dalam sistem akuntansi. Tanpa didasari semua bidang membutuhkan akuntansi, termasuk bidang pendidikan, penerapan akuntansi di dunia pendidikan belum berkembang pesat sehingga pengambilan keputusan atau kebijakan pendidikan lebih didasarkan pada pendekatan ekonomi nya bersifat makro dan intuisi. [1]
Penerapan akuntansi disekolah, di Indonesia masih sangat sedikit sekali. Pencatatan, penjurnalan, perhitungan anggaran, dan biaya juga termasuk dalam sistem akuntansi. Sistem akuntansi merupakan mekanisme komponen dan sumber data terdiri dari identifikasi, analisis, pengukuran, pencatatan, peringkasan, serta pengkomunikasian. Sistem akuntansi merupakan salah salah satu bidang fungsional dalam organisasi yang tugasnya adalah menyediakan informasi bagi bidang-bidang lain.

II   RUMUSAN MASALAH
      Berdasarkan pendahuluan yang telah kami sampaikan di atas. Dapat kami sampaikan rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini sebagai berikut:
1.      Pengertian Accounting (Akuntansi) ?
2.      Peran dan Fungsi Accounting Dalam Pendidikan ?
4.      Tujuan Akutansi ?

III  PEMBAHASAN
A. Pengertian Accounting (Akuntansi)
“Accounting” (Akuntansi) yang artinya bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah menghitung atau mempertanggung jawabkan Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi keuangan. Akuntansi adalah suatu proses yang mengidentifikasi data keuangan, pencatatan, dan sebagai hasil akhirnya laporan keuangan. [2] Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang yaitu definisi dari sudut pandang pemakai jasa akuntansi dan proses kegiatannya.
Definisi dari sudut pandang pemakai - akuntansi dapat didefinisikan sebagai “suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan. pada searah   efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”. Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :
a.       Membuat Perencanaan yang efektif, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh manajemen.
b.      Pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditor, dan badan pemerintah.
Definisi dari sudut pandang proses kegiatan - ditinjau dari sudut kegiatannya,  akuntansi  dapat didefinisikan sebagai “ Proses Pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi ”. Kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut berbagai kegiatan pada dasarnya, akuntansi harus :
a.       Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil.
b.      Memproses atau menganalisis data yang relevan.
c.       Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.[3]
Akuntansi manajemen adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisa, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas / transaksi perusahaan dalam bentuk informasi keuangan.
Dilihat dari siapa pemakai laporan keuangan perusahaan. Akuntansi dibagi menjadi dua macam, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
1.      Akuntansi keuangan adalah sistem akuntansi yang memakai informasi adalah pihak eksternal organisasi perusahaan, seperti kreditor, pemerintah, pemegang saham, investor dan sebagainya.
2.      Akuntansi manajemen adalah sistem akuntansi yang pemakai informasinya adalah pihak internal organisasi perusahaan, seperti manajer produksi, manajer keuangan, manajer perusahaan.
Dalam bidang pelaporannya, akuntansi keuangan hanya menyajikan laporan secara garis besar dengan memperhatikan seluruh bagian perusahaan secara umum, sedangkan akuntansi manajemen menghasilkan pelaporan yang lebih terperinci, dengan memperhatikan detail dari setiap divisi, tiap-tiap produk, tiap-tiap departemen. [4]
B. Peran dan Fungsi Akuntansi dalam Dunia Pendidikan
Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia penelitian adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, agar berguna dalam entitas pendidikan.
Peran akuntansi dalam pendidikan :
  1. Kepala sekolah
Menyusun perencanaan sekolah yang dipimpinnya, mengevaluasi, kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan, keputusan yang diambil kepala sekolah berdasarkan informasi akuntansi adalah menentukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, perlengkapan dan lain-lain.
  1. Guru dan karyawan
Memberikan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas di institusi pendidikan informasi penilaian kemampuan sekolah dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
  1. Reditor / pemberi pinjaman
Memberi informasi keuangan yang memungkinkan untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  1. Orang tua siswa
Peran orang tua siswa berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup institusi pendidikan.
  1. Pemerintahan
Pemerintah berkepentingan terhadap alokasi sumber daya, berkepentingan dengan aktivitas sekolah, dibutuhkan untuk mengatur aktivitas sekolah, menetapkan kebijakan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.
Fungsi Akuntansi dalam Pendidikan
1)      Menemukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, dan berapa persediaan akuntansi yang harus ada dibagian perlengkapan.
2)      Memberi informasi penilaian kemampuan pendidikan dalam memberikan balas jasa manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
3)      Memberi informasi dasar yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas pendidikan
4)      Menyediakan informasi tentang kecenderungan dan perkembangan pengelolaan keuangan institusi pendidikan serta rangkaian aktivitas.[5]

C. Pengertian Siklus Akuntansi Pendidikan
Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi, yaitu aktivitas pengumpulan dan pengolahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar-ikhtisar lainnya yang dapat digunakan untuk membantu para pemakainya dalam membuat / mengambil suatu keputusan secara umum, prinsip-prinsip akutansi, prosedur-prosedur, metode-metode serta teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akutansi, dinamakan siklus akuntansi.
“Siklus akuntansi merupakan sisematika pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya, dan pelaporan keuangan.”
Siklus akutansi proses penyediaan laporan keuangan organisasi selama suatu periode tertentu. Siklus akuntansi dapat dibagi menjadi pekerjaan yang dilakukan selama periode berjalan, yaitu penjurnalan transaksi dan pemindah bukuan kedalam buku besar, dan penyiapan laporan keuangan pada akhir periode.
Siklus akutansi dapat dikelompokan dalam tiga tahap, yaitu:
1. Tahap pencatatan.
a.       Kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran bukti transaksi serta bukti pencatatan.
b.      Kegiatan pencatatan bukti transaksi kedalam buku harian atau jurnal.
c.       Memindah bukukan dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya kedalam akun buku besar.
2. Tahap pengikhtisaran.
a.       Penyusunan neraca saldo berdasarkan akun-akun buku besar.
b.      Pembuatan ayat jurnal penyesuaian
c.       Penyusunan kertas kerja atau neraca lajur
d.      Pembuatan ayat jurnal tertutup
e.       Pembuatan neraca saldo setelah penutupan
f.       Pembuatan ayat jurnal pembalik
3. Tahap pelaporan.
a.       Laporan surplus defisit
b.      Laporan arus kas
c.       Neraca
d.      Catatan atas laporan keuangan[6]
D. Tujuan Akuntansi
Menurut standar akuntansi keuangan (SAK) No.1, tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.[7]
Tujuan utama akuntansi adalah memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomis. Para pemakai laporan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang di ambilnya. Informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi sangat berguna bagi pemakai untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai arus kas. Seandainya nilai uang tidak stabil, maka hal ini harus di jelaskan dalam laporan keuangan.
Komite Trueblood merumuskan tujuan akuntansi sebagai berikut:
              Tujuan Dasar
1.    Pemakai laporan keuangan
Tujuan utama dari akutansi adalah memberikan informasi sebagai dasar proses pengambilan keputusan.
2.    Pemakai Umum
Tujuan Akuntansi adalah melayani pemakai umum yang memiliki, kemampuan atau sumber kekayaan yang terbatas  untuk mendapatkan informasi dan  meyakini laporan keuangan sebagai sumber informasi utama mengenai aktivitas perusahaanya.
3.    Pemakai Lain
Tujuan akuntansi adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai potensi arus kas menurut jumlah, waktu dengan memperhatikan ketidakpastian lain.[8]


[1] Indra Bastian, Akuntansi pendidikan,Yogyakarta : Erlangga, 2006. Hlm. 53.
[2] Eldon. S . Hendriksen, Teori Akuntansi, Jakarta : Erlangga, Terjemah. Hlm. 1.
[3] Ibid.  Hlm. 53-54.
[4] Rudianto, Akuntansi manajemen. Jakarta : Grasindo. 2006.  Hlm. 9.
[5] Indra Bastian . Op.cit. hlm .56-59.
[6] Ibid ,Hlm 58
[7] Sofyan Syafri Harahap , Teori Akuntansi, Jakarta : Rajawali Pers, 2005. Hlm. 125.
[8] Ibid. Hlm .131-133.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Knowledge is being aware of what you can do. Wisdom is knowing when not to do it.
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template