Headlines News :
Home » » Hukum Muslim masuk sekolah kristen

Hukum Muslim masuk sekolah kristen

Written By Ahmad Multazam on Monday, January 7, 2013 | 2:12 PM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dewasa ini banyak orang Islam menyekolahkan anaknya di sekolahan kristen atau katolik, meski ada sekolah Islam yang terpadu, yang mutuya baik. Bagi orang Kristen, menyekolahkan anakya di sekolahan Kristen atau Katolik adalah sebuah kewajaran dengan tujuan agar anaknya mendapat ilmu agama Kristen atau Katolik yang cukup sehingga menjadi anak yang beragama Kristen atau Katolik yang baik. Jika ada orang muslim yang menyekolahkan anaknya di sekolahan Kristen atau Katolik?
Jika demikian yang terjadi, maka orang tuanya yang paling berdosa karena sengaja menempatkan anaknya di sekolahan Kristen atau Katolik sehingga mendapat pendidikan sesuai dengan ajaran agama tersebut.[1]
Di sekolahan tersebut, setiap hari para murid diajarkan untuk berdoa setiap sebelum dan sesudah belajar. Dan doanya tentu ditujukan kepada Tuhan mereka yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Dalam Islam dijelaskan bahwa orang yang menganggap Isa adalah Tuhan, maka kafir.
Artinya: sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”, sesungguhnya yang mempersekuukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempanya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah: 72).[2]

a.      Dasar hukum
1.    Al-Qur’an
Surat Al-Baqarah ayat 120

Artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”(Qs: Al-Baqarah 120 )

Ayat di atas menerangkan bahwa itulah problema abadi yang dapat dilihat aplikasinya dalam semua masa dan tempat, yaitu problema akidah. Inilah hakikat peperangan yang dilancarkan kaum Yahudi dan Nasrani pada setiap tempat dan setiap waktu terhadap Jama'atul muslimin, yaitu perang akidah.

Surat Ali Imran ayat 100
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman” (Qs: Ali Imran :100).
Dalam ayat diatas Allah memperingati kepada kaum Muslim agar tidak terpengaruh oleh Ahli kitab yang mempunyai rasa dengki dan iri terhadap kebesaran Allah.[3]
2.    Hadist
عَنْ هريرة رضي الله عنه قل قل رسول الله صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مولود الا يولد على الفطرة فاءبواه يهودانه أويمجسا نه كما تنتج البهيمه جمعاء هل تحسون فيها من جدعاء ثم يقول ابوهريرة رضي الله عنه فطرة الله التي فطر الناس عليه لاتبديل لخلق الله ذلك الدين القيم (اخرجه البخاري في كتاب الجنائز)
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. Berkata, Rosulullah SAW bersabda setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (keimanan terhadap tauhid), tetapi kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia seorang yahudi, seorang nasrani atau seorang majusi, sebagaimana seekor hewan dalam keadaan sempurna. Apakah kau melihatnya buntung? Lalu Abu Hurairah membaca ayat-ayat suci ini : (tetaplah atas) firman Allah SWT yang menciptakan fitrah manusia menurut fitah itu. (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah, itulah agama yang benar, tetapi sebagian besar manusia tidak mengetahui”. (HR, Bukhari)[4]
Fitrah disini bukan berarti kosong atau bersih tetapi merupakan pola dasar yang dilengkapi dengan berbagai sumberdaya manusia yang potensial.[5]
b.      Ijtihad para ulama’
Bahwa surat Kongregasi Pendidikan Katolik tentang sekolah Katolik No. 35, 45 dan 49 sebagaimana dimuat di majalah “HIDUP” No. 43 th.XLIV Tgl 28 Oktober 1990 telah menegaskan tentang tugas khusus sekolah katolik yaitu: “membentuk murid-muridnya menjadi kristen seutuhnya”, dengan tidak menghormati keyakinan agama peserta didik yang telah menganut agama lain.
Bahwa Surat Kongregasi Pendidikan Katolik tersebut diatas telah menjadikan sekolah-sekolah Kristen/Katolik di Indonesia sebagai pelaksana tugas khusus termasuk yang dengan itu ia merupakan gerakan pemurtadan, terhadap anak-anak muslim yang bersekolah disekolah-sekolah Kristen/katolik.
Dan dalam hal ini jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang No.2 Tahun 1989, Tentang Pendidikan Nasional, Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945.
Untuk menjawab pertanyaan Ummat Islam mengenai hukum menyekolahkan anak-anak muslim di sekolah-sekolah kristen/katolik, majelis Fatwa Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP) Indonesia berkewajiban mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut. Dengan bertawakkal kepada Allah SWT, maka majelis fatwa BKSPP Indonesia dalam sidangnya tanggal 4 Sya’ban 1414 H/16 januari 1994 M memutuskan : “haram hukumya menyekolahkan anak-anak muslim di sekolah-sekolah kristen/katolik tersebut“ [6]
Berdasarkan dalil-dalil dalam
1)   Al- Qur'an yaitu Surat At-Tahriem ayat 6, Surat Al-Baqarah ayat 120, Surat Ali Imran ayat 100 dan
2)   Hadis Al- Bukhori tentang fitrah manusia,
3)   Dalam kitab fiqih disebutkan
لايحلتعليمالانجيلوالتورةلمنلميتبخربالعلموالعقيدة
Artinya: “Tidak halal mempelajari injil dan taurat bagi orang yang tidak memahami dengan ilmu dan akidah”.

Dilarang bagi orang yang tidak berilmu dan beraqidah kuat mempelajari kitab selain Al- Qur'an yaitu injil dan taurat karena dikhawatirkan akan berakibat melemahkan keimanan orang yang mempelajarinya.
4)   Kaidah Ushul Fiqh
Menolak sesuatu yang merusak (membahayakan) harus di dahulukan dari pada mengambil kemaslahatan. Tidak dapat dibenarkan adanya penyelenggaraan pendidikan agama, jika pendidikan agama yang diterima oleh peserta didik berbeda dengan agama yang dianutnya, atau guru yang mengajarkan menganut agama lain.[7]

c.       Analisis
       Bagi kaum kristen, mendidik anaknya di lembaga formal berlebel kristiani itu wajar, karena mereka ingin anaknya-anaknya mendalami agama mereka. Namun , mengapa kamu muslim  malah menjerumuskan putra-putri nya dan menjauhkan mereka dari islam dengan memasukkan mereka ke dalam lembaga formal yang berbasis kristen dengan dalih fasilitas lengkap dan peraturan disiplin yang tinggi supayaputra-putri kita berhasil nantinya, statemen tersebut sebenarnya salah kaprah karena bagi kaum muslim yang mendidik anaknya di pendidikian Formal berkarakter kristiani akan mendapat tempat dineraka jika benar-benar putra-putri nya terjerumus akibat aqidah yang tidak kuat akan doktrin-doktrin yang mereka terima disekolah.[8]
Seharusnya orang Islam layaknya orang Kristen dan Katholik mendidik anaknya dengan ajaran agamanya sendiri, dalam lembaga pendidikan berkarakter islami, Bukan ajaran agama lain. Dalam Islam para orang tua dianjurkan untuk mendidik anaknya dengan ajaran Islam. Luqman yang saleh pun dalam Al Qur’an mendidik anaknya ilmu Tauhid agar tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

واذ قال لقمن لابنه وهو يعظه يبني لاتشرك بالله ان الشرك لظلم عظيم

Artinya: (Perhatikanlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” [Luqman:13]
Terkait penjelasn diatas mencuak tuduhan, sekolah-sekolah kristen menjadi media bagi pemurtadan siswa muslim yang bersekolah di sana. Tudingan ini secara gamblang diutarakan oleh Din Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia. Ia menyebut ada 1.300 anak muslim yang pindah agama di Yogyakarta karena bersekolah di sekolah katolik.[9]


[2] Al-qur’an terjemah, Al-Maidah: 72
[4] Imam Az Zabi, Ringkasan Sahih Bukhari, (Bandung: Mizan Media Utama,2001), hlm. 272-273
[5] Achmadi, Ideologi Pendidikan Islam, (yogyakarta: pustaka pelajar. 2005) hlm.77
[6] http://misbahulmuarrof.blogspot.com....
[8] Mansur, pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam, (Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2009), hlm.324
[9] http://annis-nurul.blogspot.com/ jum’at,12.10.2012/pukul 13.45 wib
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Knowledge is being aware of what you can do. Wisdom is knowing when not to do it.
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template