Headlines News :
Home » » MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PAUD

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PAUD

Written By Ahmad Multazam on Thursday, December 20, 2012 | 9:33 PM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


I.          PENDAHULUAN

Dalam rangka usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan salah satunya diterapkanya pendidikan anak  usia sejak dini, dengan suatu tujuan agar anak-anak Indonesia ketika melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi sudah ada bekal persiapan, namun demikan untuk menunjang kebutuhan para anak-anak mendapatkan materi yang lebih mudah dan cepat di dapat tentunya lembaga harus menyiapkan media-media yang pas dan cocok untuk diterapkan pada anak-anak. Karna media yang tepat akan sangat membantu lembaga tersebut dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh bersama. 
II.          RUMUSAN MASALAH
A.  Peranan Media Pembelejaran PAUD
B.  Ragam Media Pembelaran dan Pemilihan Media PAUD
C.  Prinsip-Prinsip Pembuatan, Penggunaan dan Pengembangan Media Paud        
  
III.          PEMBAHASAN
A.  Peranan Pembelajaran PAUD
Media pembelajaran merupakan suatu bagian yang integral dari suatu proses pendidikan disekolah. Secara harviah media berarti perantara/ pengantar/ wahana/ penyalur pesan/ informasi belajar. Pengertian secara harfiah ini menunjukan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber atau penyalurnya yaitu guru kepada sasaran atau penerima pesan yakni siswa kanak- kanak yang sedang melakukan pendidikan. Sedangkan tujuan penggunaan media pembelajaran adalah suatu proses pembelajaran pendidikan antara seorang pendidik dengan peserta didik yang berlanngsung dengan baik.[1]
Dengan demikian, media pembelajaran pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai sarana atau prasarana yang dipergunakan untuk membantu tercapainya tujuan pembelajaran, secara kusus media pembelajaran sebagai alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siiswa dalam proses pembelajaran dan pengajaran disekolah. [2]
Sebelum memasuki diskusi dan pembahasan lebih lanjut dalam mengenai pendidikan anak usia dini, baiklah jika didefinisikan lebih dahulu apakah yang dimaksud dengan PAUD itu sendiri, PAUD ialah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan malalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal
  Pendidikan anaka usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pandidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik.( Koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan ( daya fikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan sepiritual), sosio- emosional(sikap dan perilaku serta agama) bahasa komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap- tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Tujuan utama diselenggarakanya PAUD yaitu,
· Membentuk anak indonesia yang berkualitas, yakni anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembanganya sehingga memiliki kesiapan yang optimal didalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
· Tujuan penyerta: membantu menyiapkan anak mncapai kesiapan belajar( akademik) disekolah. Rentangan anak usia dini menurut pasal 28 UU sistem pendidikan nasianal No 20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun.[3]
Belajar sambil bermain adalah sistem pendidikan yang umum diterapkan disetiap lembaga pendidikan usia dini. Sistem ini telah lama diImplementasikan di Indonesia, utamanya diterapkan tokoh pendidikan sekaligus penyayang anak-anak, pa’kasur yang bernama lengkap Soerjono. Seprang tokoh pendidikan Indonesia. Pusat, teori dan praktek pendidikan yang diterapkan ialah memadukan cara mengajar” bermain ambil belajar” yang memadukaan kurikulumyang di gariskan oleh pemerintah yaitu:
·  Cara mengajar melalui nyanyian
·  Membuat alat peraga untuk keperluan sekolah dengan bahan sederhana
·  Permainan yang di buat dan di berikan pada anak yang bertujuan untuk keterampilan
·  Upacara hormat bendera yang dilakukan setiap pagi sebelum dimulai sekolah
B.  Ragam Media Pembelajaran dan Pemilihan Media PAUD
Ragam tentunya tidak akan digunakan seluruhnya secara serantak dalam kegiatan pembelajaran, Untuk itu perludilakukan pemilihan media tersebut.untuk membuat media pembelajaran,harus mempertimbangkan media tersebut. Dalam kriteria untuk mempertimbangkan guru atau pendidik  kaitanya dalam pemilihan media pembelejaran anak-anak.sesuai dengan kasus I nyoman sudana degeng {1933;26-27} menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang harus dipertibangkan guru/pendidik dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:1) tujuan intruksional; 2) efektifitas; 3) siswa. Pembelajaran yang efektifitas memerlukan perencanaan yang baik. Media yangakan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik pula. Meskipun demikian kenyataan dilapangan menunjukan bahwa seorang pendidik memilih salah satu media dalam kegiatanya dikelas atas dasar pertimbangan antara lain: (1. Ia sudah merasa akrab dengan media itu. 2) ia merasa media yang dipilihnya bisa menggam barkan bisa lebih baik dari pada dirinya sendiri. 3)media yang dipilihnya dapat menrik minat dan perhatian siswa, serta menuntunya pada penyajian yang lebih jelas dan dapat memper mudah siswa terhadap apa yangdisampaikan oleh pendidik. Menurut Dick dan Cary (1985), disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media antara lain: 1) keter sidiaannya sumber setempat.artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada,maka harus dibeli atau dibuat sendiri. 2) apakah untuk membeli atau membuat sendiri tersebut ada dana , tenaga dan fasilitas. 3) faktor yang menyangkut kecocokan,kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutanuntuk waktu yang lama. 4) efektifitas biayanya dalam jangka waktu panjang. Faktor-faktor yang perlu disikapi dalam pemilihan media pembelajaran adalah: a) komunikatif , b) harganya yang murah, c) nilai kepraktisanya dan d) kondisi pemakaianya. Untuk memilih media secara efektif kozma(1978;342) mengatakan bahwa pesan yang komunikatif harus diperhatikan. Dan romiszowski (1988;57-58), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memilih media pembelajaran yaitu: 1) motede pembelajaran yang digunakan; 2) tujuan pembelajaran; 3)karakteristik pembelajaran; 4) aspek kepraktisanya (biaya dan waktu); 5) faktor pemakaian. Media membagkitkan keinginan dan minat baru, media membangkitkan motifasi dan merangsang peserta didik untuk belajar lebih optimal, media memberikan pengalaman yang menyeluruh dari sesuatu yang kongkrit maupun abstrak.media pembelajaran baik sebagai alat bantu pengajaran maupun sebagai pendukung agar materi/ isi pelajaran semakin jelas dan dengan mudah dapat dikuasai dari proses pembelajaran dikelas . untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal seorang pendidik harus mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan media, tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua pembelajaran. penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.dalam proses pembelaran ada tiga komponen yang saling berhubungan yaitu: 1) pembelajaran ( guru,instruktur dan tutor ) yang berfunsi sebagai komunikator, 2) pembelajar ( siswa,kanak-kanak/ peserta didik) yang berperan sebagai obyek penerima informasi. 3) bahan ajar yang merupakan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik untuk dipelejari ( situmurang 2009) penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk dapat membantu mengatasi berbagai hambatan dalam proses pembelaran termasuk hambatan psikologis, hambatan fisik, hambatan kultural dan hambatan lingkungan. Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan diantaranya: 1) memperjelas penyajian pesan, 2) mengatasi keter belakangan ruang, 3) mengatasi sifat pasif siswa. Dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, kita tidak boleh melupakan suatu hal yang sudah pasti kebenaranya, bahwa pembelajar haru sebanyak-banyaknya berinteraksi pada sumber belajar ( buku, internet,yang berhubungan dengan pengetahuan). Tanpa sumber belajar yang memadahi sulit diharapkan suatu proses pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal.[4] Dengan demikian penggunaan media sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai arti yang sangat penting. Media pembelajaran yang dapat membangkitkan minat, perhatian, dan kreatifitas siswa hendaknya menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siwa sehingga dapat menotifasi semangat belajar. Aspek kemenarikan ini bisa dilakukan dengan pemilihan materi dan desain penyajian media. Berdasarkan jenis diatas, anak-anak yang duduk dibangku sekolah dimana kelak mereka akan terjun ke masyarakat. Di era globalisasi ini menuntut sumber daya manusia kita untuk untuk bersaing sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga siswa dalam usia ini gemar membentuk klompok bermain usia sebaya. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan guru diberi kebebasan untuk memberikan informasi kepada peserta didik, azhar arsyad mengungkapkan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. Permainan ular tangga vocucabulary for all simple words untuk meningkatkan pembendaharaan kata bahasa inggris siswa kelas 2 SD yang dapat digunakan pada situasi pembelajaran yang sebenarnya. Model pengembangan media yang digunakan adalah model pangembangan edukatitif yang berupa permainan. Permainan yang dapat dimodifikasikan dengan menambahkan gambar atau tulisan namun tetap menyajikan materi-materi pembelajaran didalamnya serta mudah dimainkan oleh peserta didik/ siswa kana-kanak baik secara individu maupun secera klompok kemampuan berkomukasi seseorang secara tulis maupun lisan. Bahasa inggris merupakan salah satu pelajaran bahasa asing yang telah diajarkan disekolah. Sebagai bahasa internasinal, aspek kemenarikan ini dapat dilakukan dengan menerapkan teknik belajar sambil bermain. Sesuai dengan latar belakang yang talah diuraikan diatas, maka tujaun pengembangan ini adalah untuk memperoleh mediapembelajaran berupa permainan ular tangga. Misalnya alat permainan yang akan dibuat adalah untuk mengembangkan ketrampilan berhitung, maka alat permainan yang didesain harus terfokus pada angka. Kebutuhan anak akan bermain pada dasarnya sama, baik dikota maupun didesa. Yang berbeda adalah   bentuk dan jenis, frekuensi serta area bermainya.dikalangan pendidikan anak-anak usia dini itu direspon dengan banyaknya lembaga pendidikan yang bermunculan. Lembaga-lembaga tersebut pada dasarnya dimaksudkan untuk memberikan ruang dan waktu kepada anak usia dini dan arti pentingnya bermain bagi anak-anak dalam tinjauan akademis lembaga pendidikan (PAUD) barmain merupakan setiap kegiatan untuk kesenangan yang ditimbulkanya.tanpa mempertimbangkan hasil ahirnya bermain dilakukan secara sukarela tanpa adanya suatu paksaan. Pengaruh bermain dalam perkembangan ank diantaranya: 1) fisik bermain aktif  penting bagi anak untuk mengembangkan otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya. Bermain juga berfungsi sebagai penyaluran tenaga yang berlebihan bila terpendam terus akan membuat anak tegang, gelisah mudah tersinggung. 2) dorongan berkomunikasi agar dapat bermain lebih baik bersama yang lain anak harus belajar berkomunikasi dalam arti meraka dapat mengerti dan sebaliknya mereka harus mengerti terhadap apa yang disampaikan oleh anak lain. 3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam untuk bermain. Pemilihan alat permainan edukatif (APE) didesain untuk kepentingan pendidikan . yaitu upaya mengoptimalkan potensi kemanusiaan peserta didik.karena itu kita tidak boleh memilih alat permainan edukati secara sembarangan dan pada ahirnya hal ini justru dapat kontraproduktif dengan tujuan pendidikan itu sendiri terkait dengan hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih bahan dan peralatan belajar untuk bermain anak diantaranya: ditunjukan untuk anak usia dini, dapat berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Alat permainan edukatif harus dirancang  sesuai dengan rentang usia anak usia dini. Contohnya: puzzli yang dibuat sesuai dengan usia anak. Aspek-aspek yang dikembangkan adalah aspek fisik  motorik,(halus dan kasar) emosi,sosial,bahasa,kognitif dan moral dapat digunakan dengan berbagai cara. Alat permainan edukatif dirancang dengan memperhatikan tingkat keamanan dan keselamatan anak misalnya dalam penggunaan cat. Yangndimana cat yang digunakan tidak mengandung racun dan tidak mudah mengelupas. Jika menggunakan sudut mainan tidak runcing melainkan tumpul agar tidak membahayakan anak.
Anak-anak dipenuhi pertanyaan-pertanyaan contohnya: bagaimana saya bisa membuat kreta apai dari kotak-kotak ini? Bagaimana saya bisa memperoleh kepingan-kepingan teka teki ini diruang terbuka? Anak-anak memerlukankesempatan-kesempatan untuk menyelidiki lingkungan mereka dan memiliki kebebasan untuk mengajukan pertanyaanpertanyaan tersebut.para guru adalah bagian terpenting dari proses pemecahan masalah. Para guru bisa merangsang rasa ingin tahu anak-anak dan memberi kemungkinan kepada mereka untuk memecahkan masalah-masalahsecara aktif. Para guru harus rela membiarkan pertanyaan-pertanyaan anak untuk menuntun mereka kedalam kegiatan-kegiatan atau proyek-proyek yang tidak selalu direncanakan.melihat semua sepatu bot berjejer di ruang masuk jono bertanya kaki siapa yang paling besar dikelas ini seorang pendidik seharusnya bisa dikatakan itu pertanyaan yang bagus dan kemudian mengtakan kepada jono ia bisa memecahkan itu dengan melihat-lihat sepatu bot itu. Untuk itu karena anak-anak tertarik, ia membimbing mereka melalui proses pemecahan masalah. Pertama,ia bertanya kepada anak-anak bagaimana mereka bisa mengetahui ini. Tommy bilang bahwa mereka bisa melihat kaki.
 Jono bilang bahwa mereka menderetkan sepatu itu dan mencari tau kaki siapa yang lebih besar dan siapa yang pnya paling kecil.kelas bekerja sama memecahkan masalah ini. Seorang pendidik mendorong anak-ank untuk mengajukan pertanyaan dan berfikir tentang cara-cara mengembangkan pemecahan-pemecahan terhadap masalah mereka. [5]
C.      Prinsip- Prinsip Pembuatan, Penggunaan dan Pengembangan Media PAUD

Pengembangan media audio interakitif bagi siswa tunanetra sangat penting disamping siswa dapat memahami apa yang telah guru atau pendidik sampaikan siswa juga dapat meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dan sebagai media pembelajaran sehingga dapat mempermudah menyampaikan materi. Salah satu materi pokok mata pelajaran sains adalah bagian tubuh hewan beserta kegunaannya yang dilakukan melalui pengamatan. Namun pada siswa tunanetra kegiatan itu sulit dilakukan karena keterbtasan yang dimiliki. Proses pembelajaran akan menjadi membosankan jika pendidik hanya menyampaikan pemaparan fakta mengenai materi tersebut didepan kelas dan juga akan menyebabkan verbalisme. Maka dengan menggunakan medie audio dapat menjadi alternatif terhadap pemecahan masalah diatas. Dan tujuan pengembangan ini adalah mampu menghasilkan suatu produk berupa media audio interaktif untuk menghasilkan hasil belajar yang efektif yaitu siswa tunanetra dapat meningkatkan komunikasi secara baik dan memahami materi yang diajarkan pada media audio interaktif.
Pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam program pendidikan anak usia dini haruslah terjadi pemenuhan berbagai macam kebutuhan anak, mulai dari kesehatan,nutrisi,dan stimulasi pendidikan, juga harus dapat meberdayakan lingkungan masysarakat dimana anak itu tinggal. Prinsip pelaksanaan program pendidikan anak usia dini harus mengacu pada prinsip umum yang mengandung dalam konfensi hak anak,yaitu:
1.    Nondiskriminasi,di mana semua anak dapat mengecap pendidikan usia dinitanpa membedakan suku bangsa, jenis kelamin,bahasa,agama,tingkat sosial,serta kebutuhan khusus setiap anak.
2.    Dilakukan demi kebaikan terbaik untuk anak ( the best intenrest of the child), bentuk pengajaran, kurikulum,yang diberikan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan kogniti, emosional, konteks sosial budaya dimana anak-anak hidup.
3.    Mengakui adanya hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan yang sudah melekat pada anak.
4.    Penghargaan terhadap pendapt anak ( respect for the views of the child), pendapat anak terutama yang mana menyangkut kehidupanya perlu mendapatkan perhatian dan tanggapan.
Prinsip pembuatan pendidikan anak usia dini harus sejalan dengan prinsip peleksanaan keseluruhan proses pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Damanhuri rosadi delapan prinsip tersebut diantaranya sebagai berikut:

a) Pengembanagan diri, pribadi,karakter,serta kemampuan belajar anak diselenggarakan secara tepat,terarah,cepat berkesinambungan
b) Pendidikan dan pengembangan anak mencakup upaya meningkatkan sifat mampu mengembangkan diri dalam anak.
c) Pemantapan diri yang dihayati oleh anak sesuai sistem dalam masyarakat.
d) Pendidikan anak adalah usaha sadar, ysaha yang menyeluruh, terarh,terpadu dan dilaksanakan secara dan saling menguatkan oleh semua pihak yang terpanggil.
e) Pendidikan anak adalah suatu upaya yang berdasarkan kesepakatan sosial seluruh lapisan dan golongan masyarakat.
f) Anak mempunyai kedudukan sentraldalam pembangunan, dimana PAUD memiliki makna setrategis dalam pembangunan sumberdaya manusia.
g) Orang tua dalam keteladanan adalah pelaku utama dan pertama komunikasi dalam PAUD.
h) Program PAUD harus melingkupi inisiatif berbasis orang tua, berbasis masyarakat,dan institusi formal sekolah.[6]

           Dengan demikian ada beberapa prinsip umum tentang pendidikan anak usia dini. Anak adalah individu yang unik tugas pendidik, baik tutor maupun orang tua adalah memberi pengarahan yang positif bagi perkembangan anak, memberi peluang untuk berubah, dan bukan mematikan dengan memberi cap negatif pada anak. Perkembangan anak berkembang secara bertahap dan berkesinambungan. Usia anak merupakan masa kritis. Semua aspek perkembanganya saling berhubungan.bakat dan lingkungan saling mempengaruhi perkembangan anak. Perilaku anak tergantung pada motifasi atau stimulan dari dalam dan luar dirinya. Perkembangan intelegensi juga bergantung pada pola pengasuhan. Perkembangan anak tetgantung pada hubungan antara pribadi, kesempatan mengekspresikan diri dan bimbingan pada tiap tahap perkembangan anak.berdasarkan uraian diatas keluarga adalah tempat yang sangat penting bagi pelaksanaan pendidikan anak usia dini,sebab keluarga merupakan pendidikan yang utama dan pertama bagi anak dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap anak pada dasarnya memiliki komunikasi dengan orang lain dan potensi lainya, sehingga untuk mengembangkan potensi tersebut harus diperlukanbimbingan dari orang tua, pendidik atau orang dewasa lainya supaya memperoleh hasil maksimal dan positif, pengembangan potensi tersebut harus dimulai sejak usia dini, sebab pada usia tersebut merupakan dasar untk perkenbangan berfikir pada masa berikutnya.


[1]Azar Arsyad, Media pembelajaran, PT.Raja Brafindo persada,Jakarta,2003,ha.1-2

[3]Danar santi Pendidikan anak usia dini,PT. Matana jaya cemerlang,th 2009.1-3
[4] http//www.unesa.ac.id
[5] Carool Seefeldt, Pendidikan anak usia dini, PT macanan jaya cemerlang, Jakarta,2008,hal,414-416
[6] Mansur Pendidikan anak usia dini dalam Islam ,pustaka pelajar, yogyakarta 2009,hal,100-103
Share this article :

1 comment:

  1. maksih ya atas ilmunya..,saya harap pembAhasana mengenI MEDIA paud LEBIH MENDALAMA LAGI UNTUK TULISANNYA UNTUK AKAN DATANG....

    ReplyDelete


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Aku adalah aku...aku akan tetap menjadi diriku sendiri
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template