Headlines News :
Home » » Makalah I'jazul Qur'an

Makalah I'jazul Qur'an

Written By Ahmad Multazam on Thursday, December 20, 2012 | 4:03 PM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


I.                   PENDAHULUAN
Sudah menjadi kelaziman dari munculnya seorang rasul dengan seruan agama baru untuk disertai dengan mukjizat. Dengan mu’jizat itu seorang rasul baru diberdayakan oelh Allah untuk sanggup membalikkan pandangan umatnya yang sedang mengalamai fase keterkaguman dengan salah satu aspek kehidupan keduniaan, menuju jalan agama Allah yang lurus. Sejarah nabi dan rasul menunjukkan kebhinekaan corak mu’jizat yang tidak lain sebagai respon logis dari tuntutan realitas kehidupan umat.
Fenomena al-Quran sebagai mu’jizat, berikut segala segi dan fungsinya, akan banyak ditelaah dalam tulisan ini. Pembahasan al-Quran sebagai mu’jizat oleh para ulama masih menyisahkan perbedaan pendapat tentang domain kemu’jizatan al-Quran ditambah lagi munculnya pendapat yang cenderung melimitasi pada segi kemu’jizatan dengan menafikan segi yang lain. Berangkat dari sini, penulis bermaksud untuk mengkaji beberapa segi kemukjizatan al-Quran yang diharapkan dapat menampilkan keterwakilan seluruh pergolakan pendapat dan pemikiran yang bergulir disekitar obyek telaah kemu’jizatan al-Quran.
 

II.                RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian I’jazul Qur’an ?
B.     Apa tujuan I’jazul Qur’an ?
C.     Apa fungsi I’jazul Qur’an ?
D.    Apa segi-segi I’jazul Qur’an ?
E.     Apa macam-macam I’jazul Qur’an ?




III.             PEMBAHASAN
A.     Pengertian I’jazul Qur’an
I’jaz menurut bahasa artinya melemahkan, dan mukjizat artinya sesuatu yang luar biasa, yang ajaib atau yang menakjubkan. Sedangkan menurut istilah mukjizat ialah sesuatu yang bernilai sangat tinggi dan bisa mengungguli seluruh masalah yang berkembang. Disamping kedatangannya mukjizat memang sedang dinanti oleh kaum.[1]
Dan mukjizat ialah
 امر خارق للعادت مقروه بالتحدي سالم عن المعارضة
            Suatu yang menyalahi kebiasaan yang disertakan dengan tahaddi dan terlepas dari tantangan.
            Menurut kamus Al-Qur’an mukjizat adalah suatu hal yang luar biasa yang dianugrahkan oleh Allah kepada Nabi/ Rasul-Nya untuk membuktikan kebenaran kenabian atau kerasulannya. Juga untuk menjelaskan kepada manusia bahwa orang yang mengaku Nabi/ Rasul dengan sihirnyaadlah dusta.
B.     Tujuan I’jazul Qur’an
Menurut Dr. Subhi Shaleh, orang yang pertama kali menulis I’jazul Quran adalah Imam Al-Jadid dengan bukunya “Nudlumul Qur’an”. Dan menurut pendapat lain menyatakan bahwa yang pertama kali menulis I’jazul Qur’an adalah Abu Ubaidah dengan kitab “Majalul Qur’an”
Disamping untuk menumbuhkan keyakinan kepada manusia bahwa Al-Qu’an betul-betul wahyu dari Allah, I’jazul Qur’an juga merupakan bukti kebenaran Muhammad SAW sebagai Rasul Allah. Karena itu, sasaran I’jazul Qur’an adalah non muslim. Sedangkan bagi orang muslim kekaguman mereka terhadap Al-Qu’an menunjukkan adanya keistimewaan dalam Al-Qur’an.

Dengan demikian, I’jazul Qur’an mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1.             Untuk membuktikan kerasulan Nabi Muhammad SAW
2.             Untuk membuktikan bahwa kitab suci Al-Qu’an benar-banar wahyu dari Allah.
3.             Untuk menunjukkan balaghah bahasa manusia.
4.             Untuk menunjukkan kelemaan daya upaya dan rekayasa manusia.[2]
C.     Fungsi I’jazul Qur’an I’jazul Qur’an
Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT (QS: Al A’raaf:2) yang memiliki fungsi dan peran sebagai:
1.      Mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw
2.      Pedoman hidup bagi setiap Muslim
3.      Korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya        .
Al Quran tidak diragukan lagi sebagai pedoman hidup bagi setiap muslim. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang mengajak pada kebajikan dan kebenaran, menuju hidup yang lebih baik. Tidak hanya berisi tata cara berinteraksi dengan Sang Pencipta, melainkan juga etika bermu’amalah dengan sesama manusia, maupun dengan makhluk lainnya.. Ada kalanya penyebutan di Al Quran secara global saja, dan Hadits Nabi Muhammad SAW berfungsi sebagai penjelasnya.
Karena diturunkan terakhir atau pamungkas, maka Al Quran berfungsi sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya. Sementara sebagai mu’jizat Rasulullah Muhammad SAW, Al Quran sudah tidak ada tandingannya lagi, bahkan jika seluruh makhluk bersekutu untuk membuat sebuah surat yang sama dengan al Quran.


D.    Segi-segi keukjizatan Al-Qur’an
Menurut Imam Fahruddin وجه اعجازه   adalah kefasihan dan keindahan sastra (gaya bahasa) dan terhindar dari ketidaksempurnaan. Al Zamalkani mengatakan bahwa وجه اعجازه adalah spealisasi karangan, tidak karangan secara umum (asal mengarang), sekiramya tepat susunan mukhradatnya, baik susunannya dan mempunyai kandungan arti yang tinggi.
Sedangkan menurut Ibnu Athiyah, bahwa inilah yang dianggap tepat oleh para ulama’ bahwa segi kemukjizatan Al-Qu’an adalah bahwasanya tersusun secara tertib dan artinya indah, runtut (bersambung) kata-katanya. Karenanya Allah lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Demikian juga kalam Allah mencakup segala sesuatu sehingga Allah menyusun mana-mana yang layak di ayat pertama, dan ayat keduadan menjelaskan arti ini setelah ini dan seterusnya. Sedangkan manusia tidak bias memiliki kemampuan seperti Allah. Yang benar adalah sama sekali tidk ada kemampuan manusia melebihi ilmu Allah Yang  Maha Luas itu. [3]
MuhammadAli Ash Shabuni dalam kitab At Tibyan menyebutkan segi-segi kemukjiatan Al-Qur’an sebagai berikut :
1.      Susunannya yang indah, berbeda dengan susunan yang ada dalam bahasa orang-orang arab.
2.      Ia mengandung sifat mungkin dan membuka peluang bagi serang mahluk untuk mendatangkan yang sejenisnya.
3.      Bentuk undang-undang yang detail lagi sempurna melebihi setiap undang-undang ciptaan manusia.
4.      Mengambarkan hal-hal yang ghaib yang tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu.
5.      Tidak bertentangan dengan pengetahuan-pengetahuan umum yang dipastikan kebenarannya.
6.      Menepati janji yang dikabarkan dalam Al-Qu’an.
7.      Mengandung prinsip-prinsip ilmu pengetahuan di dalamnya.
8.      Berpengaruh kepada hati pengikut dan musuhnya.  [4]
E.     Macam-macam Mukjizat
Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi yang lain ada dua jenis, yaitu Hissi dan Maknawi
1.      Hissi merupakan mukjizat yang dapat dilihat oleh mata, didengar,dirasa, dan ditangkap oleh pancaindera. Ia sengaja ditunjukkan kepada manusia yang tidak mampu menggunakan akal pikirandan kecerdasannya untuk menangkap keluarbiasaaan Allah.
2.      Maknawi adalah mukjizat yang tidak dapat dicapaidengan kekuasaan panca indera semata, tetapi harus dicapai dengan kekuasaan dan kecerdasan akal pikiran.[5]

IV.             KESIMPULAN
Mukjizat adalah suatu hal yang luar biasa yang dianugrahkan oleh Allah kepada Nabi/ Rasul-Nya untuk membuktikan kebenaran kenabian atau kerasulannya.
I’jazul Qur’an mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1.         Untuk membuktikan kerasulan Nabi Muhammad SAW
2.        Untuk membuktikan bahwa kitab suci Al-Qu’an benar-banar wahyu dari Allah.
3.        Untuk menunjukkan balaghah bahasa manusia.
4.         Untuk menunjukkan kelemaan daya upaya dan rekayasa manusia
Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT (QS: Al A’raaf:2) yang memiliki fungsi dan peran sebagai:
1.      Mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw
2.      Pedoman hidup bagi setiap Muslim
3.      Korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya       
Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi yang lain ada dua jenis, yaitu Hissi dan Maknawi.
V.                PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami uraikan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabil banyak kesalahan dalam penulisan dan pemaparan. Semoga makalah ini dapat bermanfaatbagi kita semua, dan menambah keykinan kita kepada Allah SWT. Terima Kasih














Daftar Pusta

Syadali, Ahmad, Ulumul Qur’an, Pustaka Setia, Bandung, 1997.
Shiddiqy,Teungku, Ilmu-Ilmu Al Qur’an, PT Pustaka Riski Putra
Anas , Idhoh,  Kaidah-Kaidah Ulumul Qur’an, Al Asri,  2008,


[1] Drs. H. Ahmad Syadali, M.A, Ulumul Qur’an II, Pustaka Setia, Bandung, 1997, Hlm. 9
[2]Ibid, Hlm. 10-11
[3] Drs. H. A. Idhoh Anas, M.A, Kaidah-Kaidah UlumulQur’an, Al Asri, Pekalongan, 2008, Hlm. 132
[4] Drs.Muhammd Chirzin, M.Ag, Alqur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti Prima Yasa, 1998, Hlm. 43
[5] Ibid.
Share this article :

1 comment:

  1. semoga bisa menambah wawasan dan ilmunya........ kunjungi ya :)
    http://kampussantri.blogspot.com/

    ReplyDelete

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Knowledge is being aware of what you can do. Wisdom is knowing when not to do it.
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template