Headlines News :
Home » » HADIST TENTANG PENDIDIKAN KEPEDULIAN SOSIAL

HADIST TENTANG PENDIDIKAN KEPEDULIAN SOSIAL

Written By Ahmad Multazam on Wednesday, January 23, 2013 | 3:03 AM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

       I.            PENDAHULUAN
Kepedulian sosial adalah sikap yang diajarkan rasullullah.Banyak hadis yang menyatakan bahwa kepedulia sosial menentukan tingkat keimanan seseorang. Orang beriman tidak hanya baik di mata tuhan tetapi juga baik di mata masyarakat. Kebaikan tidak hanya diukur dengan kualitas dan kuntitas ibadah formal, melainkan seberapa besar amal perbuatan seseorang bermanfaat dan membawa maslahat bagi manusia.
Kepedulian sosial merupakan fondasi dari masyarakat beradab.kepedulian sosial dapat menjamin masyarakat bisa menikmati kesejahteraan karena kontrol sosial berada di tangan rakyatkekuatan sipil atau masyarakatlah yang menentukan dan memutuskan keputusan itu penting dalam kehidupan sosialnya. Pemerintah hanya menjadi seperangkat media atau alat yang menjadi pelayan bag rakyatnya.disinilah kepedulian sosial menciptakan masyarakat yang kuat.
Kepedulian sosial merupakan idealitasyang seharusnya menjadi visi dalam mencapai tujuan masyarakat secra bersama-sama. Kepedulian sosial membutuhkan kemauan dan i'tikad yang kuat dari setiap individu.akan tetapi, niat dan kemauan saja tidak cukup, karena niat dan perbuatan baik yang tidak dikoordinasikan akan dikalahkan oleh niat dan perbuatan jahat yang dikoordinasikan dengan rapi. Kepedulian sebagai perbuatan mulia tidak cukup hanya dengan dibiasakan, tapi perlu dilakukan bersama-sama dan saling melengkapi antar semua komponen masyarakat.Kerja sama dan sikap saling menolong inilah yang lambat laun dapat menghilangkan kejahatan dan kezaliman dalam masyarakat.[1]
    II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Hadist Tentang Membuang Duri Dari Jalan
B.     Hadist Tentang Menolong Orang Lain
 III.            PEMBAHASAN
A.    Hadist Tentang Membuang Duri Dari Jalan
Dalam setiap agama, peduli pada kesusahan orang lain adalah sebuah kewajiban. Apalagi dalam agama Islam diwajibkan untuk membantu saudara sesama manusia, sesama makhluk Tuhan, apalagi bila itu adalah umat muslim, dengan apa pun yang dapat kita lakukan. Karena sekecil apaun perbuatan itu ada nilainya dan Allah pasti akan member4ikan balasannya. Setiap hari Islam menganjurkan untuk beshadaqah dengan amal perbuatan baik sekecil apaun itu. Dan setiap amal perbuatan yang telah  dilakukan akan mendapatkan pahala shadaqah atasnya. Seperti yang tertulis dalam hadist di bawah ini :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم كل سُلامى من الناس صدقة , كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين اثنين صدقة , وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أ, ترفع عليها متاعه صدقة , والكلمة الطيبة صدقة , وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة , وتميط الأذى عن الطريق صدقة " رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”.[2]

 Dari makna hadis diatas disebutkan bahwa setiap anggota badan manusia wajib dishadaqahi bagaimana cara kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari terus bisa bershadaqah. Caranya adalah : Mendamaikan dua orang yang sedang berseteru (berkelahi). Perbuatan mendamaikan, (merukunkan) orang yang berseteru (bermusuhan) adalah shodaqoh.Menolong orang hendak naik kendaraan atau membawakan barangnya menaikkan atau menurunkan dari kendaraan, adalah shodaqoh. Ucapan thoyibah seperti “Lailaha illallah”, juga merupakan shodaqoh.
Tiap-tiap langkah orang ke masjid untuk sholat berjamaah, atau untuk menuntut ilmu (mengaji)  juga merupakan shodaqohDan menghilangkan (menyingkirkan) halangan  di jalan seperti duri, tulang, tali, paku, beling, juga merupakan shodaqoh.
Berdasarkan Hadits ini, maka cara untuk berbuat kebaikan itu banyak sekali. Bisa dengan badan (tenaga), misalnya mengantar tamu, mengangkat barang-barang bawaan tamu, teman atau saudara, menyingkirkan gangguan di jalan (duri, paku, beling, tali, dsb).
Shodaqoh dengan lisan : Kalimat  Thoyibah, misalnya Tahlil, Tasbih, Tahmid, dzikir, Do’a,  Tilawah (membaca AlQur’an), dst.Shodakoh dengan harta, misalnya zakat, infaq, nafkah.[3]
            Dalam hadist diatas terlihat sekali bahwa agama islam sangat memperdulikan masalah-masalah sosial yang ada masyarakat. Setiap tindakan sosial akan diberi pahala shadaqah. Dalam hadist diatas juga disebutkan tindakan sosial yang kecil seperti menyingkirkan duri dari jalan juga sangat dianjurkan. Karena tindakan sosial yang sekecil apapun yang bermanfaat bagi masyarakat pasti ada pahalanya disisi Allah. Oleh karena itu kepedulian sosial diwajibkan atas umat islam karena merupakan perwujudan akhlak mulia sebagai esensi dari ajaran islam.
B.     Hadist Tentang Menolong Orang Lain
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra., Nabi Saw bersabda, "Barangsiapa melepaskan kesusahan hidup seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahan di hari kiamat darinya. Barangsiapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. ………..Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya." (HR Muslim)[4]

Hadist di atas mengajarkan kepada kita untuk selalu memperhatikan sesama muslim dan  memberikan  pertolongan jika seseorang  mendapatkan kesulitan. Melepaskan berbagai kesusahan orang mukmin Melepaskan kesusahan  orang  lain  sangat   luas  maknanya, bergantung  pada  kesusahan  yang  sedang  diderita oleh saudaranya seiman tersebut. Jika saudaranya termasuk orang miskin, sedangkan  ia termasuk  orang yang berkecukupan atau kaya, ia  harus  berusaha  menolongnya dengan cara memberikan pekerjaan atau memberikan pertolongan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Orang muslim yang membantu meringankan atau melonggarkan kesusahan  saudaranya  seiman  berarti  telah menolong hamba Allah SWT.yang sangat disukai oleh-Nya dan Allah SWT. pun akan memberikan pertolongan-Nya serta rnenyelamatkannya dari berbagai kesusahan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana FirmanNya : Jika kamu menolong (agama) niscaya Allah pun akan menolongkamu semua . . ." (Q.S . Muhammad 7)
Begitu pula orang yang membantu kaum muslimin agar terlepas dari berbagai cobaan dan bahaya, is akan mendapat pahala yang lebih besar dari Allah SWT. dan Allah SWT. pun akan melepaskannya dari berbagaikesusahan yang akan dihadapinya, baik di dunia maupun kelak di akhirat. Melonggarkan kesusahan orang lain haruslah sesuai dengan kemampuan saja dan bergantung kepada kesusahan apa yang sedang dialami oleh saudaranya seiman tersebut. Jika mampu meringankan kesusahannya dengan memberikan materi, berilah materi kepadanya orang yang berusaha sekuat tenaga untuk melonggarkan penderitaan saudaranya sesuai dengan kemempuan yang dimilikinya, ia akan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Allah akanmelonggarkan  berbagai  kesusahannya,  baik  di  dunia  maupun  di  akhirat.[5]
Dalam menolong orang pun kita harus bisa melihat situasi dan kondisi. Dalam hal apa saja kita harus tolong menolong. Janganlah kita tolong menolong dalam sesuatu perkara yang mungkar karena dalam Al Qur’an telah disebutkan bahwa yang artinya."Janganlah kamu saling menolong dalam dosa dan permusuhan."(QS. Al Maidah : 2) Orang yang berusaha untuk menutupi aib saudaranya, maka Allah pun akan menutupinya agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah didunia, sehingga ia tidak mendapatkan siksa di akhirat. Jika ditelaah secara seksama, pertolongan yang diberikan seorang mukmin kepada saudaranya, pada hakikatnya adalah menolong dirinya sendiri. Hal ini karena Allah SWT. pun akan menolongnya, baik di dunia maupun di akhirat selama hamba-Nya menolong saudaranya.
        Sesuatu yang paling penting dalam melakukan perbuatan yang dianjurkansyara, seperti menolong atau melonggarkan kesusahan orang lain, adalah tidak mengharapkan pamrih tertentu dari orang yang ditolong, melainkan ikhlas adalah semata-mata didasari rasa iman dan ingin mendapatkan.ridha-Nya. Allah SWT menjadikan suatu perbedaan antara satu dengan yang lainnya adalah untuk saling melengkapi, Saling membantu, dan saling menolong satu sama lain.[6]


[1] Rifai, Muhammad, Akhlaq Seorang Muslim,( Semarang :CV Wicaksana.1985).hlm.24.

[2] Shahih Bukhari no : 2989, Shahih Muslim no : 1009
[3] Ash Shddiqiey, TM. Hasbi, Mutiara Hadits, (Semarang : PT Pustaka Rizki Putra, 2003).hlm.111.
[4] Ibnu Hajar al Asqalani, Bulughul Maram, hadits no : 1493
[5] Aziz, Abdul, Al Hadist ( Akidah Akhlak, Sosial dan Hukum ),(Bandung : Pustaka Setia. 2000),hlm.69.

[6] Ibid.hlm. 71.
Share this article :

2 comments:

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Random Post

Google+ Followers

About Me

My Photo

Knowledge is being aware of what you can do. Wisdom is knowing when not to do it.
 
Support : SMP N 1 Pecangaan | SMA N 1 Pecangaan | Universitas Islam Negeri Walisongo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Islamic Centre - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template